Sport

Luciano Spalletti: Mediasi Mauro Icardi Memalukan!

BlitarInfo -Luciano Spalletti memberikan alasan mengapa dirinya masih memarkir Mauro Icardi ketika Inter Milan krisis penyerang dan harus kalah 1-0 dalam lanjutan Serie A Italia kontra Lazio.

Keita Balde Diao pun dipasang sebagai ujung tombak utama dalam laga yang digelar di Giuseppe Meazza, Senin (1/4) dini hari WIB, di tengah absennya Lautaro Martinez dan Icardi yang belum menyelesaikan konflik dengan klub.

Icardi sebenarnya sudah kembali berlatih secara penuh sejak pekan lalu, namun sang pelatih tetap tak memainkannya. Seperti diketahui, bomber asal Argentina itu terlibat perseteruan dengan klub soal negosiasi kontrak baru yang berujung pada pencopotan ban kapten dari lengannya.

“Saya tahu apa pekerjaan saya. Seperti hari ini, untuk caranya berperilaku, ia harus tetap keluar dari skuat dan yang lain harus bermain. Jelas bagi semuanya untuk melihat dan mengetahui bagaimana peristiwanya terjadi,” tegas Spalletti.

“Saya pikir ia bisa bermain selama 20-30 menit, bahkan separuh pertandingan, tapi bukan itu poinnya. Mereka yang ada di ruang ganti perlu bermain. Anda harus punya kredibilitas dalam tim. Saya punya itu selama 22 tahun karier dan juga dengan para pemain. Sudah jelas bagi semua orang untuk mengetahui apa yang terjadi.”

Spalletti juga menyayangkan mediasi yang dilakukan antara klub dengan Icardi, dalam hal ini diwakili oleh pihak ketiga seorang pengacara bernama Paolo Nicoletti guna menyelesaikan konflik yang sudah membuat sang pemain absen sejak 13 Februari lalu.

“Mediasi ini memalukan bagi fans Inter dan semuanya yang mencintai Inter. Kebutuhan untuk mediasi dengan seseorang hanya agar mau kembali memakai kostum yang mereka cintai. Ini memalukan,” kecam Spalletti.

“Bernegosiasi dengan seseorang agar mau memakai kostum Inter. Apakah saya perlu mengirim surat elektronik kepada 20 pengacara dan bertanya apakah saya bisa memanggil seseorang?”

“Icardi membutuhkan permainan. Jika ia terus bersikap seperti yang sudah ditunjukkannya sekarang ini, maka ia bisa mulai kembali. Orang-orang berkata kami kalah tanpa Icardi. Inter tidak pergi ke Liga Champions beberapa tahun bersama Icardi. Inter kalah lebih buruk juga dengan Icardi.”

“Lionel Messi membuat perbedaan [bagi sebuah tim], bukan Icardi, dengan segala rasa hormat. Profesionalisme dan respek pada diri sendiri adalah segalanya. Kedisiplinan adalah segalanya.”

 

Related posts

Sami Khedira: Dapatkan Scudetto Itu Tidak Mudah!

Helga Sanjaya

Danilo: FC Porto Bisa Cetak Dua Gol Ke Gawang Liverpool Di Estadio Do Dragao

Helga Sanjaya

Man of the Match Burnley vs Liverpool: Roberto Firmino

Helga Sanjaya